Kikuk nggak sih dengan Title artikel ini ??? Well, anybody never drink Coca-Cola ?? Pasti nobody. So, I can infer that everybody ever taste Sulfuric Acid. Ihh...wow !!! Amazing.
Baca terus kelanjutannya, untuk mengulik bagaimana Softdrink menggerogoti umur anda. Research ITB, menguraikan PH meter untuk mengukur derajad keasaman minuman tersebut. Hasilnya diperoleh, PH Coca-Cola 2,3 , PH Fanta 3,4 , PH Ades 7,8 , PH asam lambung 3,5 , PH Asam sulfat 6,9. Padahal PH normal yang relatif aman untuk tubuh kita 7. Fakta PH softdrink yang demikian rendahnya bahkan lebih rendah dari PH asam lambung dan PH air aki (Asam sulfat = H2SO4) sekalian sebagai testimoni bahwa mengkonsumsi softdrink lebih parah daripada menegak Asam sulfat.
Kinerja Softdrink dalam tubuh kita yaitu melarutkan kalsium yang terdapat dalam Tulang dan gigi. Akibatnya, kalsium akan larut dalam darah, terbawa ke ginjal, dan mengendap disana. Selanjutnya, ginjal tidak bisa melaksanakan fungsinya seperti menyaring darah, akibatnya metabolisme terhambat. Lebih parah dari itu, sepeninggal ginjal, tulang dan gigi menjadi keropos. Padahal seperti yang kita tahu, Tubuh kita akan rehat dalam menumbuhkan tulang pada usia kisaran 30 tahun. Nggak mau kan Tulang dan gigi keropos dini ???? Apalagi Tulang dan Gigi merupakan organ manusia yang tetap utuh selama bertahun-tahun setelah raga manusia tanpa nyawa.
Tahukah anda ?
Coca-Cola = produk USA
Produk USA = Dana untuk Israel
Dana untuk Israel = butir-butir peluru yang bersarang didada mujahid palestina
Silogisme, 1 botol Coca-Cola = 1 butir-butir peluru yang mengoyak jasad para mujahid palestina
Sedikit Experimen kecil yang menghebohkan:
1. Selama semalam, rendam sepotong daging kedalam sepotong coca-cola. Keesokan harinya daging tersebut akan rusak dan hancur. Bayangkan kalau daging tersebut merupakan cuilan dari daging manusia !
2. Jika selama ini anda membuang gigi anda yang tanggal di atap rumah, cobalah kebiasaan baru untuk menyukseskan experimen ini. Semayamkan gigi tersebut pada sebotol coca-cola selama 10 hari saja. Jangan kanget, pada hari ke 11 anda tidak akan menemuka gigi tersebut berada disana.
Tetapi jangan berhenti berlangganan coca-cola di supermarket kesayangan anda. Tetap gunakan coca-cola untuk membersihkan toilet/ WC, kaca mobil, porselen. Kan keren tuh...(Elite Mode On).
Jumat, 26 Agustus 2011
PROBLEMATIKA
Awal hidupku yang panjang, dalam pecahan-pecahan angan berserakan di hadapanku. Terkudratkan berbagai masalah yang terus berpangkat, hingga variabel pikiran penuh sesak dalam otakku. Pelik yang silih berganti. Berputar-putar menjadi angka radian yang terus menghitung keliling ketegaranku. Akhirnya, bilangan aljabar pun terukir sebagai pusing yang kurasa dalam syaraf. Yang menginterupsi fungsi akalku
Tak satupun silogisme kudapatkan, seperti garis bagi diantara akar dan bilangan. Ya, aku terjebak modus dilema. Dimana aku hanyalah sebuah median yang berdiri tegak namun tengah terhimpit banyak datum bertaring. Tapi tak pernah mengerti untuk quartil, desil, atau persentil mana aku memilih.
Satu banding seribu peluang untukku, keluar dari pekatnya kalbu. Dan kucoba berlari, berlari demikian jauhnya. Namun, setelah aku tahu bahwa medan ini hanya luas alas hampa, sejengkal kakiku terhuyung, Aku pun tersudut.
Ku terduduk di atas bangun datar. Memfokuskan pikiran tapi kutertunduk. Merasakan deguban jatungku yang meronta, disetiap helaan nafasku. Lalu hati bersua. Perlahan seakan menuntunku. Sadarkan diriku pada kenyataan akan takutku pada kematian.
Ketahuilah, Hidup ini bukanlah persamaan garis yang akan selalu sejajar ataupun tegak lurus. Karena adakalanya semua akan terjatuh bahkan binasa. Kerena itu tertahan dibidang ini bukanlah yang terbaik untukku.
Kusadari hati ini telah rapuh. Retak terbagi menjadi Triple Phytagoras. Ingin untuk paham, namun terlalu rumit Statistika hidup ini. Dan jadikan PROBLEM dalam arti PROBLEMATIKA.
Tak satupun silogisme kudapatkan, seperti garis bagi diantara akar dan bilangan. Ya, aku terjebak modus dilema. Dimana aku hanyalah sebuah median yang berdiri tegak namun tengah terhimpit banyak datum bertaring. Tapi tak pernah mengerti untuk quartil, desil, atau persentil mana aku memilih.
Satu banding seribu peluang untukku, keluar dari pekatnya kalbu. Dan kucoba berlari, berlari demikian jauhnya. Namun, setelah aku tahu bahwa medan ini hanya luas alas hampa, sejengkal kakiku terhuyung, Aku pun tersudut.
Ku terduduk di atas bangun datar. Memfokuskan pikiran tapi kutertunduk. Merasakan deguban jatungku yang meronta, disetiap helaan nafasku. Lalu hati bersua. Perlahan seakan menuntunku. Sadarkan diriku pada kenyataan akan takutku pada kematian.
Ketahuilah, Hidup ini bukanlah persamaan garis yang akan selalu sejajar ataupun tegak lurus. Karena adakalanya semua akan terjatuh bahkan binasa. Kerena itu tertahan dibidang ini bukanlah yang terbaik untukku.
Kusadari hati ini telah rapuh. Retak terbagi menjadi Triple Phytagoras. Ingin untuk paham, namun terlalu rumit Statistika hidup ini. Dan jadikan PROBLEM dalam arti PROBLEMATIKA.
AKHIR DARI SAMA DENGAN
Angka yang menakjubkan dari 1 hingga 10
Didampingi bilangan yang selalu setia menemanimu
Desimal tak pernah jauh dari sebuah koma
Aljabar.....kau sangat memukau dalam bernas mataku
Beribu himpunan tak ternilai kata
Fungsi tak selalu temaninya
Dalam setiap tekukan bidang datar
Geometri seakan selalu melengkapinya
Kesebangunan membawa perubahan
Dalam kogruen yang tak terhingga
Setiap aritmatika yang bercitra
Menghelat eforia pada setiap langkah perpangkatan
Kenangan rumit dalam Phytagoras
Mengingatkan setiap pohon faktor yang tumbuh
Dalam lingkup SPLDV yang menyempurnakan
Dan dalam setiap deret yang terjadi
Urutan kunci kata balok
Terhampar dalam ribuan kilometer
Di dalam kamus metematika
Sama dengan selalu mengakirimu ....
Didampingi bilangan yang selalu setia menemanimu
Desimal tak pernah jauh dari sebuah koma
Aljabar.....kau sangat memukau dalam bernas mataku
Beribu himpunan tak ternilai kata
Fungsi tak selalu temaninya
Dalam setiap tekukan bidang datar
Geometri seakan selalu melengkapinya
Kesebangunan membawa perubahan
Dalam kogruen yang tak terhingga
Setiap aritmatika yang bercitra
Menghelat eforia pada setiap langkah perpangkatan
Kenangan rumit dalam Phytagoras
Mengingatkan setiap pohon faktor yang tumbuh
Dalam lingkup SPLDV yang menyempurnakan
Dan dalam setiap deret yang terjadi
Urutan kunci kata balok
Terhampar dalam ribuan kilometer
Di dalam kamus metematika
Sama dengan selalu mengakirimu ....
Rabu, 24 Agustus 2011
GELAR SENI SMANISDA was Epic
Ada yang menarik di Bulan Mei 2011 ini. Yupz, Sebuah Even tahunan paling dinanti akhirnya dihelat secara meriah, GSS alias Gelar Seni Smanisada pada Sabtu 7 Mei 2011. Even yang bertajuk “Proud to be Indonesian Party” ini sukses membuat Smanisda bersuka ria.
Serangkaian persiapan menjelang GSS dilakukan secara total, tidak hanya oleh para crew GSS tapi juga oleh warga Smanisda. Bagaimana tidak, GSS kali ini tak hanya sekedar pensi (pentas seni) biasa pasalnya juga menyertakan lomba bazar makanan tradisional Indonesia. Dan yang terpenting, puncak penobatan Putra Putri Smanisda (PPS), serta penyerahan hadiah kepada para pemenang REGIONS.
Sejak pagi eforia sudah mulai terasa, seluruh siswa dan guru yang wajib mengenakan dress code red & white mulai bersiap di altar Smanisda. Moment ini memang benar-benar dimanfaatkan untuk sejenak melupakan remidi dan tugas yang membuat mata kesemutan, itung-itung cuci otak. Sebagai salah satu ajang untuk membuktikan kelas-kelas yang mengaku elemennya kompak, GSS kali ini di rancang berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang selalu mendatang guest star. Kali ini seluruh pengisi acara dipercayakan kepada siswa-siswi Smanisda sendiri dengan menampailkan bakat-bakat unik murid Smanisda, mulai dari formasi paskibra Smanisda, modern dance, tari tradisional, paduan suara, karawitan, teater, hingga band-band yang membuat suasana semakin bersemarak.
Penonton semakin bersorak, ketika PPS menunjukkan kelihaian skill mereka. Ada yang English Speech, News Reader 4 languages (Indonesia, English, Japan, Java), Modelling, Pianis, Singing, Pidato bahasa jawa, dan masih banyak lagi. Setibanya di pengujung acara, penonton dihibur oleh Primadona smanisda. Bu Lulus, Bu Ayyami, Pak Wid sebagai vokalis handal unjuk kebolehan siang yang terik itu. Nyatanya semua siswa terkesima sampai maju ke mulut panggung. Bak sebuah konser musik penyanyi papan atas, semua ikut terhanyut oleh lantunan lagu dengan berjoget, jingkrak-jingkrak dan ikut berdendang.
Terlepas dari kesuksesan yang dituai, banyak komentar berdatangan. Mula-mula dari X8, Fauqi Amalia yang berhasil kami kutip pernyataannya “GSS kemarin boleh dikata sukses. Tak ada band bintang tamu, guru-guru pun jadi. Ehm...next year lebih seru ya ! Chayo dech buat SMANISDA.” Kemudian Shika, mewakili pihak panitia mengaku tak menyangka acaranya bakal sesukses ini. Mengingat para pembina OSIS menyangsikan OSIS angkatan ini dapat menyelenggarakan REGION dan GSS 2K11. Tapi OSIS berhasil menorehkan bukti bahwa mereka memiliki kemampuan meskipun mengalami krisis pendanaan. Bahkan jika ditilik dari tahun lalu, panggung yang heboh ini dapat menyabet animo siswa dan guru yang heboh. Terlepas dari itu, nyanyian guru di panggung dan bazar siswa yang bisa dikatakan EXTRAORDINARY. Tetapi, sukses REGION tahun ini sekaligus menantang OSIS untuk menjaga solidaritas agar kekurangan.
Komentar-komentar yang semuannya menyatakan two thumbs up buat GSS ini juga dibarengi dengan banyaknya kritik dan saran yang diharapkan bisa menjadikan GSS berikutnya bisa menjadi lebih maksimal lagi. Salah satunya datang Icha, siswi XI-IA 7 ini merasa terkesan dengan GSS yang berlangsung bagus dari awal sampai akhir. “SumpahH, Perfect banget !” Tetapi dia menyayangkan karena GSS kurang memikat sponsor. Sehingga hanya mengandalkan uang siswa yang ujung-ujungnya dirasa “kurang enak”. Ketua PMR ini tanpa malu-malu juga mengutarakan setitik harapannya “GSS tahun depan nggak ngeberat’in siswa, banyak sponsor yang masuk, plus ada guest star nya. Dan semoga banyak alumni Smanis yang jadi artis, ntar ngundang mereka jadi Guest Star kan lumayan. Pihak sekolah juga pasti mengijinkan akan hal itu,” kilahnya. Lain Icha, lain lagi Asri (X2) yang cenderung tertarik pada design panggung yang unik. Namun, tidak dibarengi dengan sound system yang cukup baik. Dia berharap untuk pagelaran tahun depan, perbaikan sarpras (sound system) dan jadwal yang konsisten.
Well, good job deh buat OSIS dan warga Smanisda untuk penyelenggaraan GSS tahun ini. Semoga GSS selanjutnya akan menjadi jauh lebih keren, seru, dan tak terlupakan pastinya.
Serangkaian persiapan menjelang GSS dilakukan secara total, tidak hanya oleh para crew GSS tapi juga oleh warga Smanisda. Bagaimana tidak, GSS kali ini tak hanya sekedar pensi (pentas seni) biasa pasalnya juga menyertakan lomba bazar makanan tradisional Indonesia. Dan yang terpenting, puncak penobatan Putra Putri Smanisda (PPS), serta penyerahan hadiah kepada para pemenang REGIONS.
Sejak pagi eforia sudah mulai terasa, seluruh siswa dan guru yang wajib mengenakan dress code red & white mulai bersiap di altar Smanisda. Moment ini memang benar-benar dimanfaatkan untuk sejenak melupakan remidi dan tugas yang membuat mata kesemutan, itung-itung cuci otak. Sebagai salah satu ajang untuk membuktikan kelas-kelas yang mengaku elemennya kompak, GSS kali ini di rancang berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang selalu mendatang guest star. Kali ini seluruh pengisi acara dipercayakan kepada siswa-siswi Smanisda sendiri dengan menampailkan bakat-bakat unik murid Smanisda, mulai dari formasi paskibra Smanisda, modern dance, tari tradisional, paduan suara, karawitan, teater, hingga band-band yang membuat suasana semakin bersemarak.
Penonton semakin bersorak, ketika PPS menunjukkan kelihaian skill mereka. Ada yang English Speech, News Reader 4 languages (Indonesia, English, Japan, Java), Modelling, Pianis, Singing, Pidato bahasa jawa, dan masih banyak lagi. Setibanya di pengujung acara, penonton dihibur oleh Primadona smanisda. Bu Lulus, Bu Ayyami, Pak Wid sebagai vokalis handal unjuk kebolehan siang yang terik itu. Nyatanya semua siswa terkesima sampai maju ke mulut panggung. Bak sebuah konser musik penyanyi papan atas, semua ikut terhanyut oleh lantunan lagu dengan berjoget, jingkrak-jingkrak dan ikut berdendang.
Terlepas dari kesuksesan yang dituai, banyak komentar berdatangan. Mula-mula dari X8, Fauqi Amalia yang berhasil kami kutip pernyataannya “GSS kemarin boleh dikata sukses. Tak ada band bintang tamu, guru-guru pun jadi. Ehm...next year lebih seru ya ! Chayo dech buat SMANISDA.” Kemudian Shika, mewakili pihak panitia mengaku tak menyangka acaranya bakal sesukses ini. Mengingat para pembina OSIS menyangsikan OSIS angkatan ini dapat menyelenggarakan REGION dan GSS 2K11. Tapi OSIS berhasil menorehkan bukti bahwa mereka memiliki kemampuan meskipun mengalami krisis pendanaan. Bahkan jika ditilik dari tahun lalu, panggung yang heboh ini dapat menyabet animo siswa dan guru yang heboh. Terlepas dari itu, nyanyian guru di panggung dan bazar siswa yang bisa dikatakan EXTRAORDINARY. Tetapi, sukses REGION tahun ini sekaligus menantang OSIS untuk menjaga solidaritas agar kekurangan.
Komentar-komentar yang semuannya menyatakan two thumbs up buat GSS ini juga dibarengi dengan banyaknya kritik dan saran yang diharapkan bisa menjadikan GSS berikutnya bisa menjadi lebih maksimal lagi. Salah satunya datang Icha, siswi XI-IA 7 ini merasa terkesan dengan GSS yang berlangsung bagus dari awal sampai akhir. “SumpahH, Perfect banget !” Tetapi dia menyayangkan karena GSS kurang memikat sponsor. Sehingga hanya mengandalkan uang siswa yang ujung-ujungnya dirasa “kurang enak”. Ketua PMR ini tanpa malu-malu juga mengutarakan setitik harapannya “GSS tahun depan nggak ngeberat’in siswa, banyak sponsor yang masuk, plus ada guest star nya. Dan semoga banyak alumni Smanis yang jadi artis, ntar ngundang mereka jadi Guest Star kan lumayan. Pihak sekolah juga pasti mengijinkan akan hal itu,” kilahnya. Lain Icha, lain lagi Asri (X2) yang cenderung tertarik pada design panggung yang unik. Namun, tidak dibarengi dengan sound system yang cukup baik. Dia berharap untuk pagelaran tahun depan, perbaikan sarpras (sound system) dan jadwal yang konsisten.
Well, good job deh buat OSIS dan warga Smanisda untuk penyelenggaraan GSS tahun ini. Semoga GSS selanjutnya akan menjadi jauh lebih keren, seru, dan tak terlupakan pastinya.
MATA NAJWA
Sejatinya Indonesia termasuk jajaran negara yang aktif melakukan kegiatan ekonomi lintas negara bahkan benua. Demikian aktifnya, sampai terlalu dini bagi negara adidaya untuk melakukan hal yang sama. Anda tahu apa itu ??? Yups...Ekspor manusia dan Trafficking (perdagangan manusia). Hebat bukan ? Ini trade model terbaru. Jika umumnya berupa barang, sekarang sudah berupa manusia. Mungkinkah ini imbas dari Globalisasi ?????? Saya jadi membayangkan lebih parah dari itu. Ekspor daging manusia 2 tahun mendatang. Ohh tidak. Ini terlalu sadis.
Pernahkan anda berpikir, bagaimana jika yang diekspor itu manusia kelas koruptor ?? Pasti harga jualnya lebih mahal kan ? Kalau TKI saja dapat menjadi pahlawan devisa, sudah barang tentu koruptor itu akan menjadi guru besar devisa yang mengangkat perekonomian negara kita. Biar saja koruptor beronar disana, dipancung baru tau rasa. Ya lumayan lah...dengan migrasi koruptor setidaknya Tikus yang dipelihara presiden di Istana Negara jadi berkurang.
Asal anda tau ya, Tikus itu diam-diam menggerogoti financial sebagai fondasi negara kita. Bila ia sudah kenyang, ia akan merantau. Negara yang paling sering dijamah manusia separuh bukan manusia ini, SINGAPURA. Seandainya Singapura bisa berkata, may be It wanna to say like that “Ayo... Indonesia lahirkan lebih banyak lagi koruptor, aku akan bersedia menampungnya. Karena setiap dari mereka yang kabur kemari, maka dollar ku kian bercucuran. Toh...suatu saat mereka pasti tercekal kan ? Dan aku akan jadi semakin kaya. HHHHHHHHHHHH”
Yang lebih menggelitik lagi, Demokrasi sudah menjadi Demo-Crazy.
Pernahkan anda berpikir, bagaimana jika yang diekspor itu manusia kelas koruptor ?? Pasti harga jualnya lebih mahal kan ? Kalau TKI saja dapat menjadi pahlawan devisa, sudah barang tentu koruptor itu akan menjadi guru besar devisa yang mengangkat perekonomian negara kita. Biar saja koruptor beronar disana, dipancung baru tau rasa. Ya lumayan lah...dengan migrasi koruptor setidaknya Tikus yang dipelihara presiden di Istana Negara jadi berkurang.
Asal anda tau ya, Tikus itu diam-diam menggerogoti financial sebagai fondasi negara kita. Bila ia sudah kenyang, ia akan merantau. Negara yang paling sering dijamah manusia separuh bukan manusia ini, SINGAPURA. Seandainya Singapura bisa berkata, may be It wanna to say like that “Ayo... Indonesia lahirkan lebih banyak lagi koruptor, aku akan bersedia menampungnya. Karena setiap dari mereka yang kabur kemari, maka dollar ku kian bercucuran. Toh...suatu saat mereka pasti tercekal kan ? Dan aku akan jadi semakin kaya. HHHHHHHHHHHH”
Yang lebih menggelitik lagi, Demokrasi sudah menjadi Demo-Crazy.
Selasa, 23 Agustus 2011
I LOVE YOU, DAD !
I remember when I still be child, you hug and coddle me
How a wonderful it was, make me bounce up
In your side I’m in humming, warm breath cold your smell
You told all your dream and wishes
You wanna I’m be the best for you
To obey your ask, to avoid temptation
Which might be I do during I get up to mature
Don’t let it make me handcuff fall and trampled
God, help me. To convey a million of my love to him
I promise continuely to not ignore his ask
Dad, Listen that How i really love you
I wanna proof that I’m able to fulfill your wish
If this second will occur again
I miss condition to washing my soul
To make me happy which thirsty of your love
To make everything that ever pass be real
How a wonderful it was, make me bounce up
In your side I’m in humming, warm breath cold your smell
You told all your dream and wishes
You wanna I’m be the best for you
To obey your ask, to avoid temptation
Which might be I do during I get up to mature
Don’t let it make me handcuff fall and trampled
God, help me. To convey a million of my love to him
I promise continuely to not ignore his ask
Dad, Listen that How i really love you
I wanna proof that I’m able to fulfill your wish
If this second will occur again
I miss condition to washing my soul
To make me happy which thirsty of your love
To make everything that ever pass be real
Endless Love of X8
11 Juli 2011, Awal yang baru untuk semua yang akan diperbarui. Ya, apa saja. Semangat baru, tahun ajaran baru bahkan kelas dan teman-teman yang akan baru. Oh...ternyata tidak. Hari ini, X8 masih disandang, dan percampuran 2 aliran pun terjadi IPA dan IPS tak ada bedanya. Tak ada yang berubah. Pojok kiri belakang ‘Dota’, pojok kanan depan Hey!Say!Jump!. Semua terkesan seolah tidak akan terjadi apa-apa.
“Ayo...buruan kekantin. Tak traktir,” teriak Annisa dari ambang pintu.
Semua mata tertuju padanya. Seusai ngantin bareng, kita sempatkan action bareng dengan background depan kelas tercinta. Memang tanpa formasi yang tepat dan agak berjubel juga, beberapa foto berhasil dijepret. Anak kelas tetangga yang mengambil alih cameraman. Kurang puas, kita bermigrasi didepan kelas aquarium. Rasanya malu-malu’in sih, sampai-sampai adik kelas ngrumbul+mlongo ngliat’in kita yang nggak modis blass.
“Ini untuk terakhir kalinya kita makan bareng, dan mencetak selembar foto. Besok, setelah pembagian kelas, belum tentu kita bisa seperti ini lagi,” desisi hati kecilku.
Tapi sampai sesiang ini pun, belum ada tanda-tanda akan diumumkannya pembagian kelas untuk kelas sebelas. Jadi setidak-tidaknya besok masih bisa sama-sama lagi.
Hal ini pun berlangsung sampai hari kedua, 12 Juli 2011. Padahal hari itu, X8 kita sulapan cibuk atau yang belakangan berganti nama menjadi teeneiger genap berusia 1 tahun. Kayaknya, banyak yang lupa kalender, nih !
“nonton insidious yuks !” pinta rafinda.
Setelah perangkat laptop, LCD disiapkan, filpun diputar tanpa bantuan speaker. Karena pinjam kekelas lain juga nggak ada yang punya. Baru 30 menit kita duasi terlewatkan, beberapa dari kita mulai beranjak. Ada yang perform untuk demo ekskul, ada juga yang cuma liat dan meriuhkan suasana. Insidious kita pause dulu. Selanjutnya kita ngantre dimulut aula sampai the last performance, Gita Smanisda Choir.
11.45 dihari yang sama, Nobar kita lanjut lagi sampai resolution film.
“Healla, endingnya koq GJ,” celu Dina kecewa.
Beberapa menit kemudian, Cicil dan Novy berteriak menghampiriku didepan Perpustakaan.
“Intaaaaan, kamu masuk IPA-1...!” kata mereka hampir bersamaan.
“Alhamdulillah,” ucapku lirih. Selama ini aku memang mengelukan bisa masuk XI IPA 1, ya paling nggak pasti ada bedanya XI IPA 1 dengan XI IPA lainnya walaupun kali ini menggunakan sistem acak, bukan pagu paralel.
“Kalian kelas berapa ?” tanyaku berharap mereka pun sekelas denganku.
“Kamu sekelas sama Wulan. Aku XI IPA 2, dan Cicil XI IPA 3,” jawab Novy memelukku.
“Ya tuhan, aku beneran kehilangan 1 lagi teman terbaikku setelah Arofah,” pikirku.
Kutengok papan pengumuman didepan ruang guru. Ada 1,2,3....ya 9 kertas tertempel disana. Setelah kulansir satu diantaranya. Namaku memang ada dikertas terkanan nomor lajur ke 16. Itu berarti aku memang benar di XI IPA 1. Kemudian kulanjutkan membaca 1 persatu nama yang akan menjadi temanku.
“Wuihhh....beberapa diantaranya dikenal sebagai anak yang ber-intelegent.”
Tapi beneran loh,,, aku buingung banget.
“Kamu itu ya apa sih, berharap XI IPA 1. Sekarang masuk IPA 1 malah gundah, ragu gimana gitu...” batinku tak berhenti menyalahkan.
Jujur aku nggak siap kehilangan X8, begitupun dengan teman-temanku STM, MAN, SMA, dan SMK, julukan deretan kami.
Esok hari, kita berkumpul kembali. Sekedar meletakkan tas, tapi bukan di X8, tapi dikelas aquarium. Kerena semuan ruang kelas X digunakan untuk tes acceleration oleh kelas X yang baru. Jadi, nobar kemarin boleh jadi terakhir kali kami menginjakkan kaki disana. Karena kelasku nantinya dibagian depan, dan tak satupun diantara kita yang masuk XI IPA 6, nama baru ruang kelas X8.
“Ketua kelas XI, dan XII silakan mengambil jadwal dimaket,” kata pengisi suara pengumuman itu.
Dan inilah akhir perjalanan X8, kita mulai berpisah dan menuju kelas masing-masing. Tempat belajar kita sudah berbeda, akan kita jumpai kawan baru, dan suasana baru walaupun bukan ala X8. Akupun juga tak akan bisa lagi meulis cerita-cerita tentang kalian. Karena aku disini dan kalian disana. Tak akan lagi kata “X8” dan nama-nama penghuninya dilembar-lembar part berikutnya, semua mungkin akan tergantikan oleh XI IPA 1 dengan beberapa nama baru.
Hari itu juga, begitu jadwal pelajaran dibagikan ada pelajaran rupanya. Sepi, bueda benget sama aura kelasku dulu. Clometan ketika guru menerangkan, tapi diam ketika ditanya. Yang ini lain, malah kebalikannya. Uhmmmm, diakhir part ini aku cuma ingin mengatakan sepatah kata saja “I WANNA BACK TO TEN EIGHT”
“Ayo...buruan kekantin. Tak traktir,” teriak Annisa dari ambang pintu.
Semua mata tertuju padanya. Seusai ngantin bareng, kita sempatkan action bareng dengan background depan kelas tercinta. Memang tanpa formasi yang tepat dan agak berjubel juga, beberapa foto berhasil dijepret. Anak kelas tetangga yang mengambil alih cameraman. Kurang puas, kita bermigrasi didepan kelas aquarium. Rasanya malu-malu’in sih, sampai-sampai adik kelas ngrumbul+mlongo ngliat’in kita yang nggak modis blass.
“Ini untuk terakhir kalinya kita makan bareng, dan mencetak selembar foto. Besok, setelah pembagian kelas, belum tentu kita bisa seperti ini lagi,” desisi hati kecilku.
Tapi sampai sesiang ini pun, belum ada tanda-tanda akan diumumkannya pembagian kelas untuk kelas sebelas. Jadi setidak-tidaknya besok masih bisa sama-sama lagi.
Hal ini pun berlangsung sampai hari kedua, 12 Juli 2011. Padahal hari itu, X8 kita sulapan cibuk atau yang belakangan berganti nama menjadi teeneiger genap berusia 1 tahun. Kayaknya, banyak yang lupa kalender, nih !
“nonton insidious yuks !” pinta rafinda.
Setelah perangkat laptop, LCD disiapkan, filpun diputar tanpa bantuan speaker. Karena pinjam kekelas lain juga nggak ada yang punya. Baru 30 menit kita duasi terlewatkan, beberapa dari kita mulai beranjak. Ada yang perform untuk demo ekskul, ada juga yang cuma liat dan meriuhkan suasana. Insidious kita pause dulu. Selanjutnya kita ngantre dimulut aula sampai the last performance, Gita Smanisda Choir.
11.45 dihari yang sama, Nobar kita lanjut lagi sampai resolution film.
“Healla, endingnya koq GJ,” celu Dina kecewa.
Beberapa menit kemudian, Cicil dan Novy berteriak menghampiriku didepan Perpustakaan.
“Intaaaaan, kamu masuk IPA-1...!” kata mereka hampir bersamaan.
“Alhamdulillah,” ucapku lirih. Selama ini aku memang mengelukan bisa masuk XI IPA 1, ya paling nggak pasti ada bedanya XI IPA 1 dengan XI IPA lainnya walaupun kali ini menggunakan sistem acak, bukan pagu paralel.
“Kalian kelas berapa ?” tanyaku berharap mereka pun sekelas denganku.
“Kamu sekelas sama Wulan. Aku XI IPA 2, dan Cicil XI IPA 3,” jawab Novy memelukku.
“Ya tuhan, aku beneran kehilangan 1 lagi teman terbaikku setelah Arofah,” pikirku.
Kutengok papan pengumuman didepan ruang guru. Ada 1,2,3....ya 9 kertas tertempel disana. Setelah kulansir satu diantaranya. Namaku memang ada dikertas terkanan nomor lajur ke 16. Itu berarti aku memang benar di XI IPA 1. Kemudian kulanjutkan membaca 1 persatu nama yang akan menjadi temanku.
“Wuihhh....beberapa diantaranya dikenal sebagai anak yang ber-intelegent.”
Tapi beneran loh,,, aku buingung banget.
“Kamu itu ya apa sih, berharap XI IPA 1. Sekarang masuk IPA 1 malah gundah, ragu gimana gitu...” batinku tak berhenti menyalahkan.
Jujur aku nggak siap kehilangan X8, begitupun dengan teman-temanku STM, MAN, SMA, dan SMK, julukan deretan kami.
Esok hari, kita berkumpul kembali. Sekedar meletakkan tas, tapi bukan di X8, tapi dikelas aquarium. Kerena semuan ruang kelas X digunakan untuk tes acceleration oleh kelas X yang baru. Jadi, nobar kemarin boleh jadi terakhir kali kami menginjakkan kaki disana. Karena kelasku nantinya dibagian depan, dan tak satupun diantara kita yang masuk XI IPA 6, nama baru ruang kelas X8.
“Ketua kelas XI, dan XII silakan mengambil jadwal dimaket,” kata pengisi suara pengumuman itu.
Dan inilah akhir perjalanan X8, kita mulai berpisah dan menuju kelas masing-masing. Tempat belajar kita sudah berbeda, akan kita jumpai kawan baru, dan suasana baru walaupun bukan ala X8. Akupun juga tak akan bisa lagi meulis cerita-cerita tentang kalian. Karena aku disini dan kalian disana. Tak akan lagi kata “X8” dan nama-nama penghuninya dilembar-lembar part berikutnya, semua mungkin akan tergantikan oleh XI IPA 1 dengan beberapa nama baru.
Hari itu juga, begitu jadwal pelajaran dibagikan ada pelajaran rupanya. Sepi, bueda benget sama aura kelasku dulu. Clometan ketika guru menerangkan, tapi diam ketika ditanya. Yang ini lain, malah kebalikannya. Uhmmmm, diakhir part ini aku cuma ingin mengatakan sepatah kata saja “I WANNA BACK TO TEN EIGHT”
Langganan:
Postingan (Atom)

