Minggu, 11 Desember 2011

Kamen Rider dan Robot Jejaki Venue Axis DetEksi

Movie magic is about ghost like pocong, vampire, or enchanter like Gryffindor. That may be so. Then it is not wrong what Andri does. Student who studied at University 17 Agustus Surabaya has used his money to make some unique costume. It is special for DetEksi-Con 2k11. To collect his money, He wasn’t buy any food at university during a month ungrudgingly.
But, how about this? And then what do you think if in this world especially Convention Hall SSCC Pakuwon, robot was walking around us. May be you will look him strange without you know what he mean.
DetEksi-Con 2k11 sudah memasuki hari keempat sejak opening Jum’at 11 November lalu. Tahukah anda? Bahwa semakin hari, pengunjung kian terinterupsi oleh eforia konvensi anak muda terbesar di Indonesia ini. Bukan hanya cewek fashionable atau cowok melting yang bikin mata adem, bukan juga hantu penunggu mading yang berkampanye riuh. Tetapi sesosok kamen rider yang bertandang seorang diri. Andri, mahasiswa Universitas 17 Agustus Surabaya yang tengah menempuh pendidikan semester lima ini, rela merogoh kocek guna membuat beragam kostum spesial untuk DetCon 2k11. Mengapa harus beragam? Menurut penuturan Andri, ia bermaksud meluangkan waktu disela-sela jadwal kuliahnya untuk menghadiri even paling bergengsi ini setiap hari dengan kostum yang berlainan. “Kostum ini harganya Rp500.000,00. Kostum untuk besok, Apollo Geist harganya murah, cuma Rp150.000,00,” celotehnya. Kepada kami penggemar tokoh Harry dalam Serial Harry Potter dan Pirates of Carribean ini tidak mau mengenakan kostum idolanya. Ia tidak ingin disamai di Convention Hall ini.
Sesekali ia tersenyum manyun, menyesali betapa ia telah melewatkan DetCon sewaktu ia masih duduk di bangsku sekolah menengah. “Sekarang saya sudah nggak bisa jadi partisipan DetCon. Jadi cuma bisa ikut memeriahkan saja,” curhatnya. Walaupun ia hanya berkeliling-keliling tanpa bersua, usaha pemuda kelahiran Jogjakarta, 6 Februari 1990 yang berdomisili di Waru ini patut mendapat acungan sepuluh jempol bila perlu. Pasalnya puluhan pasang mata yang berlalu lalang di antara mading-mading sejatinya mencibir. Mereka meliuk-liukkan kelopak matanya dari atas kebawah, tetapi apa yang dilakukan Andri? Ia memandang balik orang-orang itu dengan tatapan mengacuhkan. “Biar mereka geram sendiri, mbak !” tandasnya setengah emosi.
Lain Andri, lain lagi William. Si kepala robot ini, datang kemari bersama teman-teman sejawatnya. What for? Mereka ingin memberi tepuk tangan terpanjang ketika Bapak Chopin Pranata dan Ibu Rutmiyati Liana, gurunya yang menjadi peserta Teacher Competition. LMFAO (nama kepala robot ini, red) permukaannya terbuat dari karton cokelat yang halus. Lalu diberi kesan seolah-olah bermulut dan bermata. Untuk mata, digunakan lampu yang harganya Rp50.000,00/buah. Sementara mulutnya, hanya berupa lubang segiempat berukuran 15cm x 10cm. Tunggu dulu ! Apabila dipakai, bagian mulut ini akan terpasang tepat di depan sepasang mata. Sehingga pemakainya dapat menangkap impuls cahaya di depannya.
Sebagai pelajar yang sedang dalam masa kritis, pelajar SMAK St. Hendrikus ini tanpa segan menilai tipe mading yang dipamerkan. “Untuk 2D dan scrapbook saya kasih nilai 8, 9 untuk 3D, dan 10 untuk mading gerak.”
Menariknya baik Andri maupun William mempunyai opini yang sama seputar DetCon, “Mengandung nilai kreativitas. Makanya perlu diadakan setiap tahun.”, harapnya.

Styrofoam Rambah Pasar Jawa Timur

We see that majority of madding in this venue are made from Styrofoam. Can you estimated, how many leaf Styrofoam that their used. Actually the creative hand can change this base material to be unique creation. But, it is also profit us if we use natural material. Like MA Miftakhul Maarif Probolinggo, Senior High School Barunawati Surabaya, Senior High School Ciputra Surabaya, and Senior High School 1 Bojonegoro.
Permintaan Styrofoam sebagai bahan baku mading melonjak hebat pasca dihelatnya Axis DetEksi-Con 2k11. Bayangkan saja, berapa lembar Styrofoam yang sukses terbeli oleh tokoh kompetisi yang masih menjadi anchor utama even paling bergengsi ini? Berapa banyak pula dari jumlah keseluruhan yang berakhir sebagai residu (barang sisa)? Sebenarnya, tentu bukan perkara mudah memahat bulir-bulir styrofoam ini menjadi aneka pajangan yang menyedot mata pengunjung. Tetapi, melalui sentuhan kanca muda Jawa Timur, “Nothing is Impossible”.
Tak banyak memang, punggawa SMP, SMA, atau sederajad yang mereplika madingnya dari bahan non-styrofoam Tetapi ada. MA Miftakhul Maarif Probolinggo contohnya. Tim mading yang terbiasa menyabet 1st Place di daerahnya sejak tahun 2004 – 2009 itu mendayagunakan bahan alami yang dipungut dari hutan. Bahkan untuk mencarinya, mereka sampai lari tunggang langgang dikejar anjing. “Wong ada yang mudah, lha kok cari yang susah,” kilah sang koordinator, Sofyan menirukan gaya bicara ibunya. Siswa kelas 2 ini sekaligus juga menampik dalih itu, “Kami bukannya mau cari sulit. Cuma ingin beda saja.”
Mading segiempat ini fondasinya dibuat dari triplek kemudian ditaburi pasir dan serbuk hijau hingga setebal 1 cm. “Biar terkesan seperti rumput,” celetuk Sofyan lagi. Sedangkan dindingnya dirancang dari kayu kering dan bunga liar yag membingkai butir-butir kacang kedelai. Ada juga miniatur kapal Pirates of Carribean dari pelepah pohon pisang yang saling direkatkan. Serta kayu yang dipotong-potong sedemikian rupa hingga dihasilkan bentuk gedung-gedung kecil yang Epic banget! “Kami hanya menggunakan 20% styrofoam untuk membuat si-Det,” ungkap Rudi.
Keunikan lain digagas oleh SMA Barunawati Surabaya. Madingnya yang dijaga oleh sepasang pocong usang ini dirilis dari bongkahan kayu yang menebar bau semerbak. Baru identitas alias nama besar sekolahnya dibuat dari huruf Styrofoam.Sementara untuk 3D, lebih banyak menggunakan pasir karena menggunakan konsep enam makam keramat, juga plastik kresek untuk keluarga jelangkung.
Tidak kurang inovatifnya dengan SMA Ciputra. Karya no 098 ini tidak tanggung-tanggung menggunakan perkakas pecah belah. Seperti piring, cangkir, dan teko yang ditata dalam ruang mini dari triplek itu. “Ini fungsinya untuk tempat artikel, ya semacam pigora gitu. Sebagai pengamannya supaya nggak kesentuh-sentuh, kami lapisi dengan plastik transparan,” jelas Emil, siswi yang kebetulan berjaga.
SMAN 1 Bojonegoro lebih brilian lagi. Tim ulungnya secuilpun tak memakai unsur styrofoam. Mading tiga dimensi ini dirupakan sebuah sumur lengkap dengan katrol yang berada dalam suatu bilik triplek.
Argumen juga datang dari Bapak Wisnu, "Untuk ajang mading mestinya mengarah pada green environment. Apalagi menggunakan bahan kimia seperti styrofoam. Bila perlu memanfaatkan sampah agar lebih inovatif."
Nah, begitu banyak langkah yang dapat mereka tempuh untuk memperkecil angka penggunaan Styrofoam bagi karya mereka. Lebih ramah lingkungan, dan lebih menghemat kocek juga.

Detudio Beberkan Rekayasa Movie Magic

What do you think about movie magic ? What do you do when watch movie magic? Then, do you believe directly? Did you know that movie which you have watched up till now has process engineering? Here, you can check in out.
Detudio is Senior High School 5 Petra Surabaya’s 3D madding. By this madding, its composer will show you process engineering in movie magic. Don’t worry, if you can’t catch it just by read, Juvensius (superior editor movie) has prepared monitor so you can watch how can it be. It is amazing, is it?
Apa yang terlintas dibenak anda ketika DetEksi Con mengusung tema movie magic? Harry Potter ala dunia sihir kah? Atau Narnia, Avatar, dan Titanic seperti pemikiran orang kebanyakan? Tetapi tidak demikian halnya dengan penggagas ide kreatif Juvensius Juwono Effendy. Editor ulung asal SMA Petra 5 Surabaya ini bermaksud mengakhiri bagaimana rekayasa movie magic telah memperdaya penikmat film sekelas Harry Potter.
“Terus terang kami bingung. Tema ini memang mudah, tetapi kami mau member kesan ‘wah’,” ungkap Juvensius kritis. Alhasil melalui koordinatornya, Rio dan Della, Juvensius mencetuskan konsep untuk Indonesia’s Youth Convention spesialis mading 3D. Sebut saja Detudio. Mading yang menelan budget berkisar Rp2.000.000,00 ini didesign seperti bongkahan batu besar pada sisi vertikalnya. Sementara pada permukaannya, lebih mirip taman kota. Miniatur ini bisa dibongkar pasang. Mengingat sebuah laptop yang disemayamkan pada sebuah rongga yang melengkapinya. Laptop ini dioperasikan tidak dengan touchpad, karena tuts keyboardnya saja ditutupi dengan model hamparan rumput. Melainkan numeric key yang difungsikan untuk enter, down, up, right, dan left dengan menghubungkannya ke connector laptop melalui seutas kabel. Sangat unik bukan?
Pada layar laptop ini, akan diputarkan film orsinil yang merupakan aplikasi dari artikel-artikel mereka. “Biasanya kan pengunjung malas baca artikel? Selain itu penyampaian informasi secara visual tentu lebih mengena,” tutur Juvensius lagi. Seperti efek api yang memancar dari telapak tangan dan screen yang dipadukan dengan warna sama pada baju untuk membuat manusia seolah-olah mengawang. Menurut Juvensius, hal ini biasa terjadi manakala editor ingin meng-cut screen. Secara otomatis, apabila warna baju dan warna screen sama, keduanya akan ikut dalam proses peng-cut-an. “Lebih aman pakai screen hijau, karena degradasinya jauh dari warna kulit,” beber siswa yang baru awal kali berkutat di even Deteksi itu.
Mengenai kesulitan menggarap Detudio, Rio berkilah, "Dari konsep sampai finishing kami menghabiskan waktu saru setengah bulan. Malah, sehari sebelum pengumpulan belum kelar. Jadi, tanggal 7 kami mengerjakannya sampai larut malam, ditambah pagi sebelum pengumuman kami masih memberi pembenahan kecil."

Main Stage Terbakar, Rock-X Pastikan PTC Runtuh

DetEksi Con will end 3 days later. Visitor more and more. They are teenagers like SNSD and old people, but also local ghost. They are as interest as si-Det to made photo together. Like Andini, kuntilanak from Senior High School 1 Gresik was made photo when she just walked at entrance. While funky nurse who has name Santi caught by camera in front of Senior High School Mimi. It is different with Tera. Exactly, She took photo beside their (Tera and her friends, red) madding’s keeper, pocong.
Jelang detik-detik berakhirnya DetEksi Competition 2k11 populasi pengunjung semakin membuncah. Awalnya dari kalangan mirip SNSD, manusia yang sudah punya umur, hingga hantu lokal yang bangkit dari kubangannya turut membanjiri venue even remaja paling bergengsi ini.
Tidak kalah eksisnya dengan si-Det, makhluk dunia lain ini pun juga menerima banyak permintaan sebagai bintang model gadungan. Setidaknya, ada lebih dari sebelas jepret foto mengabadikan actionnya sebelum ia berkoar di tiap sisi Convention Hall ini.
Andini, kuntilanak SMAN 1 Gresik ini mengaku belum sempat menilik ke area tempat mading dipamerkan. Pasalnya ketika ia menjamah pintu masuk, tiba-tiba saja segerombolan bocah imut yang tadinya merajuk pada setiap pendatang agar mau menukarkan tiketnya dengan souvenir sontak menghentikan aksinya. “Jarang-jarang, dapat kesempatan foto bareng setan narsis begini,” gumam ¬¬¬¬Regina, siswi SMA Margie Surabaya
Santi mungkin boleh dikata sedikit beruntung. Penampilannya ala suster ngesot gaul ini baru tertangkap kamera di depan mading 3D nomor 104. “Ini sudah fotoku yang ketiga sejak jam 1 tadi. Pengunjung maunya pakai mading SMA Mimi Surabaya sebagai latar belakangnya. Ehm…tapi memang bagus sih,” ungkapnya manggut-manggut.
Lain lagi dengan Tera. Si manis ini malah menggelar ritual pose bersama patung pocong yang berjaga di depan base campnya, mading SMA Barunawati. “Liat deh, pupil kecilku. Berani, nggak? Ini mirip Belda IMB loh?” tantangnya pada jurnalis SMAN I Sidoarjo.
Sekali mendayung, dua tiga pulau terlampaui. Itulah ungkapan yang tepat bagi hantu lokal yang dengan gigih dan berani malu bertandang ke PTC untuk mengampanyekan kompetisi yang mereka ikuti di konvensi ini. “Mengumpulkan vote sebanyak-banyaknya sambil merintis kepopuleran.”

Kamis, 01 Desember 2011

Ceritaku di XI IPA 1

Sungguh demikian berbeda ketika delapan belas bulan sebelum aku menulis artikel ini. Aku berada diantara orang-orang hebat yang sangat bergelanyut manja mengisi detik dalam hariku. Meski awal kali terasa tak berbeda. Malu-malu. Diam-diam. Lama-lama berani malu. 6,5 jam setiap harinya. Sampai aku merasa menjadi manusia sosial seutuhnya. Tertawa lepas, walau pada keadaan tertentu pura-pura. Akhirnya kudapatkan yang sempurna, sesempurna XI IPA 1. Ketika aku tak pernah lagi merasa terabaikan. Ketika sosialisasi mulai terbina. Ketika kalian saling berempati. Dan ketika kalian menggandengku untuk jadi yang lebih baik lagi. Kurasa aku ingin dua tahun ini menjadi lebih lama, karena aku ingin selalu bersama kalian. Dan seandainya nanti, kutemui orang-orang baru di ranahku, akan kuceritakan tentang kalian, tentang betapa hebat kalian membangun duniaku yang sunyi menjadi retorika.
Kalian, Teeneigher (Ten Eight Member) dan Populer (Populasi Sebelas IPA Satu) teman-temanku yang pertama, yang memberikan arti sesungguhnya. Jadi, memang benar kata orang, SMA ku masa terindah dari 16 tahun hidupku. Bersama kalian, rasanya tugas sebanyak apapun akan membuatku sepuluh kali mengkalkulasi untuk mengeluh. I LOVE YOU ALL.

It's All About You

Ketika rasa berlabuh pada satu hati, sejatinya ia tak tahu untuk siapa ia akan memilih. Maka beruntungnya kamu, hanya terpaut pada satu hati, dan terpaut selama waktu yang kamu bisa. Kamu perjuangkan itu, meskipun berlinangan air mata. Meskipun kamu tak hanya punya satu, tak hanya punya yang itu, dan kamu mengetahuinya. Tetapi kamu hanya membayarnya dengan senyum sebagai penghargaan bagi gadis dan belia yang mengosongkan ruang hidupnya untuk kamu isi. Hanya demi yang seorang yang kamu pilih itu, yang entah ia akan tetap tertahan padamu apa tidak. Sayang, itu bukan aku. Padahal disini aku ada untukmu. Terus berharap, kamu melihat duniaku yang hanya secuil dari ruam nafasmu. Terus, terus, dan terus berharap walau ini sekedar harapan bodoh.
“You take my breath away with everything you say, and i just wanna be with you,” I said.
Then you replied, “So girl let's write a fairytale and show 'um how we feel. Cause I know you said believe in love.”
Pada suatu malam, ketika aku benar-benar tak ingin lagi tergantung padamu. Tepatnya, gamang karena aku sadar bahwa cepat atau lambat ini akan menjadi kelabu. Ketika aku mengenyahkan betapa aku pernah demikian menyukaimu. Dengan setengah hati, aku berani bersua,
“I never understood you when you'd say. Wanted me to meet you halfway.”
But, you always make a reason so that I never can do anything, “You kept thinking you were coming up short. It's funny how things change cause now I see.”
“It's supposed to be some give and take I know. But you're only taking and not giving anymore,” I said.
“So crazy is this thing we call love. And now that we've got it we just can't give up.”
“So must I'm reaching out for you?”
“Ya, cuz When I wanna talk you say to me. That if it's meant to be it will be.”
Akhirnya hari ini, untuk yang kesekian kalinya, kudengar bisik lirihmu, agar aku tetap padamu. “Felt like I was doing my a part, Love you…., My Lifesaver. I’ll never let you go. Cuz I safe you in my Bieber Fever,” Justin had promised. “So what do I do. Cause I still love you,” Intan said lastly.
Apa, sih ?????

Imagined By: D-va

Jumat, 26 Agustus 2011

Brrrrr.......Hidup ala Coca-Cola

Kikuk nggak sih dengan Title artikel ini ??? Well, anybody never drink Coca-Cola ?? Pasti nobody. So, I can infer that everybody ever taste Sulfuric Acid. Ihh...wow !!! Amazing.


Baca terus kelanjutannya, untuk mengulik bagaimana Softdrink menggerogoti umur anda. Research ITB, menguraikan PH meter untuk mengukur derajad keasaman minuman tersebut. Hasilnya diperoleh, PH Coca-Cola 2,3 , PH Fanta 3,4 , PH Ades 7,8 , PH asam lambung 3,5 , PH Asam sulfat 6,9. Padahal PH normal yang relatif aman untuk tubuh kita 7. Fakta PH softdrink yang demikian rendahnya bahkan lebih rendah dari PH asam lambung dan PH air aki (Asam sulfat = H2SO4) sekalian sebagai testimoni bahwa mengkonsumsi softdrink lebih parah daripada menegak Asam sulfat.
Kinerja Softdrink dalam tubuh kita yaitu melarutkan kalsium yang terdapat dalam Tulang dan gigi. Akibatnya, kalsium akan larut dalam darah, terbawa ke ginjal, dan mengendap disana. Selanjutnya, ginjal tidak bisa melaksanakan fungsinya seperti menyaring darah, akibatnya metabolisme terhambat. Lebih parah dari itu, sepeninggal ginjal, tulang dan gigi menjadi keropos. Padahal seperti yang kita tahu, Tubuh kita akan rehat dalam menumbuhkan tulang pada usia kisaran 30 tahun. Nggak mau kan Tulang dan gigi keropos dini ???? Apalagi Tulang dan Gigi merupakan organ manusia yang tetap utuh selama bertahun-tahun setelah raga manusia tanpa nyawa.
Tahukah anda ?
Coca-Cola = produk USA
Produk USA = Dana untuk Israel
Dana untuk Israel = butir-butir peluru yang bersarang didada mujahid palestina
Silogisme, 1 botol Coca-Cola = 1 butir-butir peluru yang mengoyak jasad para mujahid palestina
Sedikit Experimen kecil yang menghebohkan:
1. Selama semalam, rendam sepotong daging kedalam sepotong coca-cola. Keesokan harinya daging tersebut akan rusak dan hancur. Bayangkan kalau daging tersebut merupakan cuilan dari daging manusia !
2. Jika selama ini anda membuang gigi anda yang tanggal di atap rumah, cobalah kebiasaan baru untuk menyukseskan experimen ini. Semayamkan gigi tersebut pada sebotol coca-cola selama 10 hari saja. Jangan kanget, pada hari ke 11 anda tidak akan menemuka gigi tersebut berada disana.
Tetapi jangan berhenti berlangganan coca-cola di supermarket kesayangan anda. Tetap gunakan coca-cola untuk membersihkan toilet/ WC, kaca mobil, porselen. Kan keren tuh...(Elite Mode On).